|
Written by Administrator
|
|
Yups, semua cerita ini dimulai pada tanggal 20 Desember 1984. Puji syukur atas rahmat yang telah diberikan Allah SWT kepadaku dan ibuku, dan semua keluargaku, karena aku telah dilahirkan ke dunia ini dengan selamat, tidak ada kekurangan sesuatu apapun, tidak cacat sedikitpun, dan umak (sebutan untuk ibu orang belitong), - yang katanya saat melahirkan adalah pertaruhan nyawa- pun selamat saat melahirkan aku. Tapi saat kelahiran, aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Karena aku bukan bayi ajaib. Bahkan bayi ajaib pun aku yakin tidak akan tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Aku adalah anak ke-9 dari sembilan bersaudara. 4 wanita berturut-turut yang tertua, selanjutnya 5 laki – laki mengikuti, termasuk aku sendiri yang paling bontot.
|
|
|
The Killer Mathematics Teacher |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 30 November 1999 00:00 |
|
“Hardiansyah…!!!, maju ke depan. kerjakan soal nomor 2.”.Wuzzzsss, Prakkk, aku kaget bukan kepalang ketika disuruh maju ke papan tulis untuk mengerjakan soal. “Baik Pak”. secepat kilat aku langsung balik badan ke siswa yang duduk di bangku tepat dibelakangku.
“Woi la uda ke?, aku dak pandai ini? tulong beh…!, “kataku. “Lum Har”. jawab temanku.
|
|
Jadi Teknisi Musik+Drumer |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 30 November 1999 00:00 |
|
Ketika SMA, aku sudah tidak pernah lagi mulung. Malu, ga juga, tapi emang sih, dikit tapi. Suatu ketika aku pernah ditinggal dengan saudara perempuan ku di rumah, sedangkan umak dan ayahku pergi ke rumah kakakku di jakarta. Aku ditinggal selama 2 bulan. Waktu itu merupakan saat – saat yang sulit buat ku. Hampir tiap pagi aku tidak pernah sarapan dan tidak punya uang jajan. Untung saja teman sekampungku Andri, omnya punya orkes melayu bernama Mustika, yang biasanya hampir setiap bulan ada 5 atau 6 kali orkesnya diundang untuk memeriahkan selamatan keluarga. Yang paling banyak adalah acara resepsi pernikahan.
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 30 November 1999 00:00 |
|
Hampir setiap 2 sampai 3 kali setahun, sekolah di Tanjung Pandan mengadakan festival band tingkat pelajar SMA, dan SMA kami di undang untuk berpartisipasi. Aku dan Andri dan teman-teman band kami yang biasa manggung dengan vocalis Johandi, Basis Asmiardi, Keyboardis Olan, dan Edo rhytem. Mereka semua adalah band sekolahku kecuali Andri, sang melodis. Dia adalah pemain dari STM yang kami sewa “gratis” untuk mengikuti festival ini. salah satu lagu yang kami bawakan ialah lagu Tipe-x "Lagi-lagi sendiri", dan memang kami mempunyai minat yang sama dengan aliran musik SKA ini.
tigaaa..empaatt…dug, dug tak, dugdugdug tak3x,……..
|
|
Written by Administrator
|
|
Tuesday, 30 November 1999 00:00 |
|
Lain padang lain ilalang. Begitulah layaknya aku. Lain di sekolah lain pula di kampung. Ketika di sekolah aku punya teman main seperti Fitriyandi, Arjoko, MasRo’e, Firdaus dan lain-lainnya. Sedangkan ketika di kampung aku punya teman lain lagi seperti Andri, Acok, Eko, Hariman, Kandai, Kulup, Febri, Dadan dan lainnya. Merekalah teman – teman bermainku seusai pulang sekolah.
Uuchhh, siang itu panas banget kayanya, baru pulang sekolah, haus, lapar, segala macam rasa perut bercampur jadi satu. “Mak, makan ape sarine?”,
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |